Jumat, 31 Mei 2013

KPU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim sudah mulai dengan penutupan pendaftaran dengan tiga calon Gubernur dan Wagub, namun Ketua KPU Kaltim H. Andi Sunandar diduga dan dinyatakan telah melanggar Undang-Undang dengan mendatangi salah satu calon Gubernur disebuah hotel berbintang di Samarinda yang dapat menciderai jalannya Pilgub kaltim.

Gerak aksi demo Kamis (30/5) yang dilakukan Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) Kaltim yang dipimpin langsung Ketuanya Abraham Ingan juga Sepupu Persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Kaltim Laden Mering juga ada Ketua PDKT Samarinda Rudi Sulistio, juga perwakilan Gepak dan PDKT Kabupaten/Kota.

Ketua GEPAK Kaltim Abraham Ingan dan Laden Mering, dihadapan masa pendemo yang dikawal ratusan aparat Kepolisian yang kantor KPU sudah dipagar kawat berduri, mengatakan bahwa Ketua KPU Kaltim H. Andi Sunandar telah melakukan penyimpangan aturan Undang-Undang dengan mendatangi salah satu calon gubernur pada suatu hotel berbintang di Samarinda.

"Ketua KPU H. Andi Sunandar telah melakukan pelanggaran Undang-Undang dengan menemui salah satu calon di hotel mesra pada malam hari H penututupan pendaftaran 28/5 di hotel mesra lantai 6 kamar 211, yang mana menciderai Undang-Undang maka kami minta pemilihan gubernur Kaltim di undur", ujar Abrahan Ingan.

Hal yang sama dilontarkan Laden Mering mantan Notaris Senir di Kaltim, menurutnya, KPU telah melakukan penyimpangan dengan mendatangi calon tertentu di hotel mesra, kami Gepak dan PDKT meminta agar ketua KPU di seret untuk mempertanggung jawabkan amanah Undang-Undang dan meminta proses pemilihan Gubernur harus di tunda, tegas Laden Mering

Mereka juga menuding calon Gubernur inkamben Awang Faroek Ishak (AFI) telah melakukan politik uang untuk membeli sepuluh partai pendukung sehingga menutup pintu bagi calon lain untuk mendapatkan kursi partai sebagai syarat untuk mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim

Abraham Ingan, ketua Gepak Kaltim juga mempertanyakan anggota KPU Kaltim yang tiba-tiba mengundurkan diri.

Abraham Ingan, menegaskan tetap bertahan di KPU dan mengawal kegiatan yang dilakukan KPU, dan meminta agar tidak dilakukan verifikasi sampai keputusan untuk menunda Pemilihan Gubernur.

"Kami tetap disini untuk mengawal KPU karena KPU 2 jam sebelum penutupan pendaftaran sudah bergerilya menemu calon di hotel, jadi kita sudah dibodohi dan dizolimi oleh," tegas Abraham Ingan.

Sekertaris KPU Kaltim kepada aksi mengatakan berjanji tidak melakukan verifikasi calon hingga bertemu Ketua KPU dengan Perwakilan aksi, "ketua masih berada di Nunukan rapat dengan KPU Pusat jadi kita tunggu sampai ketua ada,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar